Fakta dan Filosofi dari Tungku Pawon Yang Harus Kamu Ketahui

Fakta dan Filosofi Tungku Pawon
Tungku Pawon

Masyarakat jawa, khususnya jawa tengah hingga saat ini masih banyak yang memakai pawon (indonesia= Tungku Kayu Bakar). Pawon hingga saat ini masih menjadi alternatif tersendiri oleh masyarakat jawa tengah untuk memasak selain maraknya kompor gas yang beredar saat ini, karena jika selalu memakai gasakan cepat habis dan jika dihitung perbulannya akan banyak menghabiskan pengeluaran, iya kan?

Jika memakai kompor gas setiap hari pastinya akan lebih cepat habis. di daerah saya juga banyak para ibu rumah tangga masih memakai pawon sebagai tungku masak utamanya dan kompor gas hanya digunakan bila ingin memasak sesuatu yang cepat.

Pawon sendiri sudah dikenal oleh masyarakat jawa sejak nenek moyang dan belum bisa diketahui dari kapan pawon ini digunakan oleh masyarakat jawa sebagai alat untuk memasak. Nah dari penjelasan pawon diatas mungkin kalian bertanya tanya apa sih keunikan dan enaknya memakai pawon ini?

Tenang aja kawan, kali ini saya akan sedikit membahas mengenai fakta menarik dari tungku pawon yang masih umum digunakan oleh masyarakat jawa sampai saat ini.

1. Masak dengan pawon masakannya lebih enak
Emang bener kalau masak dengan pawon itu masakannya jadi lebih enak? Yuk mari saya jelaskan mengapa jika memasak dengan pawon rasa dari masakannya lebih enak, hal ini dikarenakan karena pawon sumber bahan bakarnya adalah dari kayu bakar, dan jika kayu bakar ini dibakar untuk menyalakan tungku pawon maka akan memberikan cita rasa tersendiri dari kayu bakar tersebut dan menjalar ke masakan yang dimasak diatasnya. Apalagi ada yang bilang kalau kayu bakarnya adalah kayu atau batang dari pohon yang biasanya dibuat untuk bumbu masakan akan elbih enak lagi.

2. Masak dengan pawon lebih sehat
Sudah tidak bisa dibantah lagi jika memasak dengan menggunakan pawon akan lebih sehat dibandingkan dengan kompor gas. Karena jika memasak dengan kompor gas tidaklah sehat karena banyak riset yang menjelaskan bahwa gas yang dibakar pada kompor gas akan mempengaruhi masakan, meskipun menggunakan wajan atu panci untuk memasaknya. Namun jika memakai pawon sudah dapat dipastikan lebih sehat karena semuanya adalah dari alam, kan pake kayu bakar sebagai bahan bakar utamanya, lah kayu bakarnya juga kebanyakan batang pohon, ranting, pelepah kelapa, bambu dan semuanya dari alam belum terpengaruh zat berbahaya apapun.

3. Masak dengan pawon juga menjaga lingkungan
Bila kita bandingkan apabila memasak dengan pawon dengan memasak dengan menggunakan kompor gas, maka sudah dapat dipastikan jika dengan anda memasak dengan pawon tidak akan mengganggu lingkungan, hanya asap saja dan asap itu juga tidak berbahaya. Sedangkan bila menggunakan kompor gas akan mempengaruhi lingkungan apalagi membuat jumlah gas dibumi semakin sedikit dan nanti pada akhirnya kita akan kehabisan bahan bakar berupa gas ini. Terlebih lagi kadang jika kita memasak dengan kompor gas kita terkadang merasakan sesak nafas karena kadang bau gasnya keluar saat memasak, hal itu akan mengganggu kesehatan pernafasan dan juga paru paru.

4. Pawon sebagai filosofi kebersamaan
Pawon ternyata memiliki filosofi kebersamaan yang unik loh. Mengapa demikian? Karena pada zaman dahulu rasa kebersamaan sangatlah kuat dan pawonlah yang membut rasa kebersamaan itu tumbuh. Karena biasanya zaman dahulu satu keluarga itu setiap harinya pasti mencari kayu bakar bersama dan setelah itu pada malam harinya akan bakar bakar suatu makanan bersama sama dan berriang gembira bersama. Itulah salah satu filosofi kebersaman yang ada zejak zaman dahulu dan sampai saat ini masih ada yang seperti ini meskipun sudah mulai hilang dimakan zaman.

5. Pawon sebagai filosofi kesetiaan
Bukan hanya sebagai alat masak saja loh, ternyata pawon juga dipercaya sebagai simbol kesetiaan. Filosofi kesetiaan ini sudah ada dari zaman nenek moyang kita (orang jawa) yang meyakini pawon sebagai simbol kesetiaan, karena didepan pawonlah sebuah keluarga (suami dan istri) selalu bersama untuk menjalani hidup dan juga pawonlah yang memberi mereka kehidupan. Pawon juga sering disimbolkan sebagai filosofi dari sebuah kesetiaan, apabila sang suami sedang mencari kayu bakar maka sang istri pun selalu setia senantiasa menunggu suaminya pulang di pedangan (Bahasa Indonesia: Dapur) dan membuatkan makanan untuknya dengan menggunakan pawon dam jika dia pulang setelah mencari kayu bakar, pastinya sang suami akan merasa lapar dan lelah, kemudian mereka makan bersama di depan pawon tersebut, karena kebanyakan masyarakat jawa tempat makannya adalah di dekat tungku pawon dan hal itulah yang memberi kehangatan selagi bersama keluarga.

Demikian Fakta dan Juga filosofi dari sebuah tungku pawon yang harus kamu ketahui, janganlah menganggap remeh yang namanya pawon karenanya tempat masak itulah yang memberikan warna warni kehidupan dalam rumah tangga dan selalu memberikan inspirasi bagi kita indahnya kehidupan zaman dahulu.


EmoticonEmoticon